Berita Umum Perkebunan Pertanian

Durian Bantal Desa Tanjung Sari Primadona Pencinta Durian

*Bobot Satu Buah Durian Bantal capai 10 Kg

Sumsel, JIS.com – Ogan Komering Ulu (OKU) merupakan salah satu kabupaten penghasil durian yang terkenal memiliki kualitas yang cukup baik. Salah satunya yakni Durian Bantal asli dari Desa Tanjung Sari Kecamatan Pengandonan, OKU.

Seperti namanya, Durian bantal ini memiliki buah berukuran besar bahkan satu buah durian bantal bisa mencapai bobot 10 Kg. Durian bantal memiliki duri yang kecil dengan aroma harum khas durian, Daging buah durian ini berwarna kuning serta memiliki tekstur daging buah lunak dengan rasa yang manis dan legit.

“Buah Durian Bantal Saat Ditimbang”

Tak heran buah durian jenis ungulan ini menjadi primadona dan diburu oleh para pencinta durian. Durian jenis ini hanya ada di Desa Tanjung Sari kecamatan pengandonan, namun sayangnya durian bantal ini sudah mulai sulit ditemukan sebab jumlah pohon durian bantal ini hanya sedikit

“ Saat ini hanya ada sekitar 15 pohon durian bantal milik warga Desa Tanjung Sari Kecamatan Pengandonan,” Kata Agsutiansyah salah serang warga Desa Tanjung Sari yang juga merupakan Anggota Perkumpulan Lembaga Lingkungan Hidup (LLH) Jejak Bumi Indonesia.

Untuk itu, Agus anggota Perkumpulan LLH jejak Bumi Indonesia ini berinisiatif  melakukan pembibitan durian bantal melalui penanaman biji durian bantal. “kita sudah mulai membibitkan durian jenis ini,” ungkapnya.

“Daging buah durian bantal berwarna kuning bertekstur lembut dengan rasa yang legit”

Biji durian bantal sisa konsumsi dari masyarakat sengaja dikumpulkan untuk dijadikan bibit. Pembibitan ini dilakukan di salah satu lahan perkebunan milik Agus dibawah binaan LLH Jejak Bumi Indonesia.

“Pembibitan baru kita mulai sejak musim durian ini, Saat ini sudah ada sekitar 3000 biji durian bantal yang baru kita tanam,” tandasnya

Sementara itu Pendiri Perkumpulan LLH Jejak Bumi Indonesia Hendra A. Setyawan sangat menyambut baik pembibitan jenis durian bantal ini, menurutnya pembibitan ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan dan mengembangkan durian jenis ini.

“Semoga setelah kita lakukan pembibitan ini beberapa tahun yang akan datang, generasi penerus kita masih bisa menikmati durian bantal ini, untuk itu kita juga mengajak masyarakat untuk melestarikan setiap tanaman jenis langka yang saat ini sudah mulai punah, mari kita ikut berkontribusi dalam menjaga kelestarian setiap jenis tanaman untuk keseimbangan alam,” tukas Hendra. (AND)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *