Berita Umum Kehutanan Lingkungan Hidup

LLH Jejak Indonesia Gencar Melakukan Edukasi Pelestarian Hutan Ke Masyarakat

Sumsel, JIS.com – Perkumpulan Lembaga Lingkungan Hidup (LLH)Jejak Bumi Indonesia gencar melakukan edukasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya melestarikan dan menghijaukan kawasan hutan dan lahan di Sumatera Selatan.

Menuju kelokasi pendampingan

Tak hanya mengedukasi masyarakat di kota, LLH Jejak Bumi Indonesia juga memberikan edukasi kepada masyarakat hingga kedaerah pelosok. Bahkan tak jarang  para anggota LLH Jejak yang juga sebagai pendamping dalam program RHL BPDAS Musi ini rela berjibaku dengan medan ekstrim serta bermalam dilokasi pendampingan. Untuk sampai kelokasi para pendamping harus menggunakan motor trail yang telah dimodifikasi secara khusus, sebab motor ini akan melewati medan yang memacu adrenalin dikawasan hutan seperti menyeberangi anak sungai serta jalan yang terjal dan licin.

“Apa lagi saat ini musim hujan jalan menjadi licin, kalau sungai sudah dipastikan akan meluap.  Nah kalau sudah seperti ini biasanya kita akan bermalam menumpang di pondok-pondok kebun warga, semua ini demi memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat pentingnya melestarikan kawasan hutan dan lahan,” kata Agung Sudrajat ketua LLH Jejak OKU didampingi Hardianto Ketua LLH Jejak OKU Selatan saat dibincangi jelajahinformasisriwijaya.com (JIS).

Untuk sampai kelokasi pendampingan anggota LLH Jejak harus menyeberangi anak sungai yang sedang meluap

Kegiatan RHL BPDAS Musi ini dikatakan Agung, merupakan program pemulihan fungsi hutan, mencegah kekeringan lahan, mencegah banjir dan memperbaiki Daerah Aliran Sungai (DAS) terutama di lahan kritis yang telah dirambah menjadi areal perkebunan oleh masyarakat Sumsel seperti di Kabupaten OKU Selatan, OKU, Muaraenim, Kotamadya Pagaralam, dan Kabupaten Lahat.

Perkumpulan LLh Jejak Bumi Indonesia sendiri dijelaskan Agung, merupakan lembaga yang digandeng Kementrian lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama LSM CMI/KARST sebagai pendamping petani yang membangunan pemahaman serta memberikan edukasi kepada masyarakat. “Perlu saya jelaskan dan tegaskan, perkumpulan LLH Jejak Bumi Indonesia hanya melakukan pendampingan, bukan vendor pelaksana” tegasnya

Medan menuju lokasi

Tujuan pendampingan ini lanjut Agung, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat pentingnya melestarikan hutan dan lahan terutama menghijaukan kembali lahan Kritis. RHLini  lebih dititik beratkan kepada pemberdayaan masyarakat dengan tanaman pohon produktif yang dapat menguntungkan baik dari sisi Ekologi maupun Ekonomi masyarakat. 

Selama ini menurut Agung, masyarakat cenderung ada rasa ketakutan dan menolak setiap ada program penanaman dilahan mereka. Alasan masyarakat disebutkan Agung cukup beragam rata-rata masyarakat takut lahan mereka akan dikuasai serta takut tanaman mereka akan rusak. “Padahalkan tidak, tanaman produktif ini akan menjadi milik masyarakat, dengan tanaman produktif masyarakat bisa sejahtera,” imbuhnya.

Sementara itu Pembina Perkumpulan LLH Jejak Bumi Indonesia Hendra A. Setyawan sangat mengapresiasi pendampingan dan pengedukasian kepada masyarakat oleh anggota LLH Jejak. “inilah perjuangan teman-teman pendamping lapangan, berjuang memberikan edukasi kepada masyarakat demi hijaunya kawasan hutan. Bahkan para pendamping ini harus mandi lumpur dan menginap dilapangan katena terjebak banjir dan hujan,” ujarnya.

Melakukan pendampingam dan edukasi

Tak hanya itu para pendamping juga harus berhadapan dengan konflik kawasan, tanaman yang disemprot bahkan dicabut lagi oleh masyarakat yang menduduki lahan. Memang semua ini sangat sulit namun berkat kegigihan para pendamping lapangan semua bisa diatasi dengan melakukan pendekatan dan memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat. “saya teringat dengan kata-kata dari Prof.  Hj.  Isna Wijayani M.Si.,P.Hd. mudah membuat roket dari pada membangun kawasan hutan yang rusak menjadi hijau seperti sediakala. Dan para pendamping yang berjuang untuk melsetarikan alam ini adalah orang-oranhg hebat. Semoga program RHL DAS MUSI ini bisa berhasil dan menjadi amal ibadah kita semua,” harapnya (AND)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *