Mengiurkan, Omzet Bisnis Gaharu Seharum Aromanya

Mengiurkan, Omzet Bisnis Gaharu Seharum Aromanya

Sumsel, JIS.com –  Jika  mendengar kata gaharu, mungkin kita akan langsung membayangkan kayu dengan aroma wangi yang khas . Bisnis kayu ini cukup menjanjikan bahkan omzetnyapun sewangi aroma yang dikeluarkan oleh kayu tersebut. “Harga perkilonyo bisa mencapai ratusan juta rupiah,” kata Med Sabril salah seorang pebisnis kayu gaharu binaan Perkumpulan Lembaga Lingkungan Hidup (LLH) Jejak Bumi Indonesia didampingi Pendiri  Perkumpulan LLH Jejak Bumi Indonesia  Hendra A. Setyawan saat sedang melakukan proses Carving ( Membersihkan –red) kayu gaharu.

“proses carving kayu gaharu”

Dikatakan pria yang akrab disapa Cek Yen ini, Kayu gaharu ini merupakan komoditi ekspor yang banyak dicari oleh nagara luar terutama negara-negara di Timur Tengah  diantaranya Arab, Dubai, Kuwait dan lainya. Selain timur tengah,  negara-negara di Asia seperti cina, jepang dan Taiwan juga menjadi negara yang mencari gaharu dalam jumlah yang cukup banyak.

“Kalau harganya tergantung kualitas atau Grade, untuk gaharu grade biasa berkisaran ratusan ribu sampai puluhan juta rupiah/Kg, sedangkan untuk Grade King bisa mencapai ratusan juta rupiah/Kg,” jelasnya.

Dituturkan pria yang berprofesi sebagai pendamping Rehabilitasi Hutan Dan Lahan (RHL) Jejak Bumi Indonesia ini awalnya bisnis gaharu yang ia geluti merupakan sampingan selepas melakukan pendampingan RHL, namun ternyata bisnis ini cukup menjanjikan dan bisa dikerjakan kapan saja untuk mengisi waktu luang.

“Biasanya kalau lagi senggang seperti ni bisa melakukan Carving kayu gaharu untuk mendapatkan kayu gaharu yang kualitas terbaik,” ujarnya.

Untuk jenis gaharu yang ia kerjakan disebutkan Cek Yen merupakan gaharu grade AB dengan harga kisaran 7-15 juta rupiah/Kg. Kayu gaharu yang memiliki kualitas baik dijelaskan Cek Yen memiliki warna coklat tua kehitaman, untuk mendapatkan kualitas terbaik itu dilakukan carving sehingga kualitas yang didapat memang benar-benar alami bukan abal-abal. “remah-remah sisa carving ini juga ada harganya per Kg bisa dijual paling murah 100 ribu rupiah/Kg,” imbuhnya seraya menunjukan remah sisa carving kayu gaharu.

Bahan baku gaharu ini dikatakan Cek Yen ia dapatkan dengan membeli pohon gaharu dari petani gaharu atau dari masyarakat yang sengaja mencari kehutan. Pohon gaharu yang ia beli kemudian diolah sendiri . Untuk hasil yang didapat tergantung dari besar kecilnya pohon gaharu. “kita itu beli pohon gaharu pakai Feelling, dikira-kira saja berdasarkan dari pengalaman, dipohon ini ada sekitar berapa kilo gaharu kualitas baik, karna tidak semua batang gaharu yang memiliki kualitas terbaik. Kalu lagi mujur didalam batang gaharu banyak kita temukan kualitas baik, tapi yakin tidak akan rugi sebab biasnya tidak akan meleset dari perkiraan,” ujarnya.

Pengolahan kayu gaharu agar mendapat kualitas terbaik memerlukan waktu yang lumayan lama, “Untyuk banyaknya masih tergantung dari besar-kecilnya pohon, kalau mengolah satu pohon gaharu bisa 2-3 minggu baru bisa siap dijual,” tukasnya

Sementara itu Pendiri  Perkumpulan LLH Jejak Bumi Indonesia  Hendra A. Setyawan  menambahkan, di OKU ini sendiri  bisnis kayu gaharu sempat Booming di tahun 2009, Kayu gaharu di OKU cukup banyak sebab gaharu merupakan program penananam kementrian pertanian dan perkebunan . “terkadang yang jadi kendala petani gaharu ini masyarakat atau petani tidak bisa mengolah sendiri. Masyarakat masih minim pengetahuan cara mengolah  kayu gaharu agar mendapat kualitas terbaik, selian itu juga tempat pemasaran gaharu ini juga masih sangat minim, kalau yang banyak jaringan mungkin akan mudah memasarkan gaharu ini,” imbuhnya (AND)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *