Berita Umum Home

Minimalisir Dampak Hoax Jelang Pilkada 2020 Melalui Seminar

Sumsel, JIS.com – Diera digitalisasi masa kini, kebijakan dan pemahaman masyarakat dalam menyebar luaskan sebuah informasi dimedia sosial sangat diperlukan, khususnya menjelang pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada tahun 2020 ini,  hal ini untuk meminimalisir dampak informasi hoax alias palsu.

Nah untuk mengantisipasi hal tersebut, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Ogan Komering Ulu (OKU) menggelar kegiatan seminar pilkada bertajuk, “Membangun ketahanan informasi guna meminimalisir dampak hoax, ujaran kebencian dan fitnah dalam penyelenggaraan pilkada serentak tahun 2020”, Kamis (30/1).

“Sambutan Ketua KIM OKU Hendra A Setyawan”

Kegiatan yang dipusatkan di Hotel BIL Baturaja ini dihadiri oleh Ketua FKUB OKU yang juga menjabat sebagai Sekda OKU Dr Drs H Ahcmad Tarmizi SE MT MSi MH, Kasi Intel Kejari OKU Abu Nawas SH, Sekdin PMD Riduan S.Ag, Kepala Dinas Kominfo OKU yang diwakili oleh Hayani S.Sos selaku kabid Pengelolaan Informasi opini dan Aspirasi Publik Kominfo OKU serta tamu undangan lainnya.

Ketua KIM OKU Hendra A Setyawan dalam sambutannya menyampaikan kegiatan seminar ini dilaksanakan untuk membangun ketahanan informasi guna meminimalisir dampak hoax, ujaran kebencian dan fitnah dalam penyelenggaran pilkada serentak 2020 di bumi sebimbing sekundang. Kegiatan seminar ini menurut Hendra, bukan hanya sebagai kegiatan seremonial saja, namun KIM akan melaksanakan kegiatan ini secara berkelanjutan, kedepan KIM juga akan melakukan edukasi terhadap sekolah-sekolah dan perguruan tinggi.

Dalam kegiatan ini KIM OKU melibatkan 100 orang peserta dari  Mahasiswa, tokoh pemuda, Instansi pemerintah terkait, tokoh agama, akademisi serta masyarakat. Dalam kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari pihak KPU OKU, Polres OKU, Akademisi, Kominfo dan Kesbangpol OKU. “Kegiatan ini untuk memngedukasi dan mensosialisasikan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya dalam membangun ketahanan informasi guna meminimalisir dampak hoax, ujaran kebencian dan fitnah menjelang pilkada serentak 2020,” kata Hendra.

“Penandatanganan Komitmen Bersama”

Menurut Hendra Sejak September 2019 proses pelaksanaan pilkada sudah memasuki tahapan sosialisasi dimana setiap orang akan terlibat dalam tahapan tersebut termasuk kampanye baik secara langsung maupun meluai informasi di media sosial sehingga disinyalir marak terjadi penyebaran informasi hoax dan ujaran kebencian. Masyarakat dengan tingkat literasi yang rendah lanjutnya biasanya dapat dimanipulasi oleh pihak-pihak kepentingan melalui kabar bohong dan berita palsu.

“Tingkat partisipasi pemilih yang tinggi tanpa diikuti dengan pendidikan politik yang efektif berpotensi menciptakan kekisruhan, khususnya pada masyarakat yang reaktif,” ujarnya

Hendra berharap materi yang telah disampaikan dalam seminar ini dapat disebar luaskan sehingga masyarakat dapat paham dan cerdas dalam menerima setiap informasi. “Mari bersama-sama baik masyarakat maupun pemangku kepentungan kita tumbuhkan kepedulian dalam mencegah dan meminimalisir dampak hoax sehingga dapat terciptanya pilkada yang aman dan kodusif,” ajaknya

“Penyerahan Sertifikat Penghargaan”

Sementara itu, Kabid  Pengelolaan Informasi opini dan Aspirasi Publik Kominfo OKU Hayani S.Sos yang membacakan sambutan tertulis Kepala Dinas Kominfo OKU Priyatno Darmadi sekaligus membuka kegiatan ini secara resmi, sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh KIM OKU. Menurutnya seminar yang digelar KIM ini sangat tepat untuk menumbuhkan pola pikir jernih dalam menerima setiap informasi yang beredar.

“Kontribusi yang dilakukan KIM ini sangat positif dan relevan dalam menyikapi informasi publik, hal ini merupakan pembelajaran politik di OKU untuk mencegah dan meminimalisir dampak hoax,” tukasnya.

“Foto Bersama”

Usai pembukaan seminar, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada narasumber dan peserta serta penandatangan komitmen bersama untuk membangun ketahanan informasi guna meminimalisir dampak hoax, ujaran kebencian dna fitnah dalam penyelenggaraan pilakda serentak 2020, penandatangan ini dilakukan oleh seluruh seluruh pihak dan tamu undangan yang hadir. (And)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *