Perkumpulan LLH Jejak Bumi Indonesia Lakukan Sertifikasi Sumber Benih Kehutanan dan Perkebunan

Perkumpulan LLH Jejak Bumi Indonesia Lakukan Sertifikasi Sumber Benih Kehutanan dan Perkebunan

Sumsel, JIS.Com – Perkumpulan Lembaga Lingkungan Hidup (LLH) Jejak Bumi Indonesia melakukan sertifikasi sumber benih kehutanan dan Perkebunan di beberapa kebun binaan Perkumpulan LLH Jejak Bumi Indonesia. Hal ini dikatakan Pendiri Perkumpulan LLH Jejak Bumi Indonesia  Hendra A. Setyawan melalui Koordinator Perkumupulan LLH Jejak Bumi Indonesia Kabupaten OKU Agung sudrajat didampingi Anggota Perkumupulan LLH Jejak Bumi Indonesia Med Sabril alias Cek Yen yang juga merupakan salah seorang pemilik kebun yang disertifikasi.

Tim Sertifikasi BPTH Wilayah 1 Pose Bersama dengan Anggota Perkumpulan LLH Jejak Bumi Indonesia

Dikatakan Agung, Sertifikasi ini dilakukan langsung oleh Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) wilayah 1 yang diketuai oleh Helen Noviarti S.Hut serta 5 orang anggotanya. “Sertifikasi ini kita lakukan di dua tempat yakni di OKU Induk dan OKU Selatan,” Kata Agung

Pengukuran batang indukan gaharu yang akan menajdi sumber benih

Sumber benih kehutanan yang disertifikasi ini diantaranya, Gaharu, Kemiri, Cempaka (Bambang Lanang) Mahoni, Jati, Rotan, Bambu dan lainnya. “Untuk di OKU kita lakukan sertifikasi sumber benih kehutanan jenis Gaharu dikebun binaan kita yakni kebun milik Med Sabril,” jelasnya.

Tujuan sertifikasi ini lanjut Agung untuk menyediakan sumber benih bibit kehutanan yang bermutu, sehingga dapat memmenuhi kebutuhan bibit para kelompok tani atau program lainnya.

Pengukuran batang gaharu yang akan dijadikan sumber benih

Selama ini menurut Agung untuk kebutuhan bibit kebanyakan mendatangkan dari luar daerah karena sudah tersertifikasi. hal ini sangat menyulitkan selain terkendala jarak dan waktu mendatangkan bibit dari luar juga membutuhkan biaya yang sangat besar serta resiko bibit mengalami stres dan mati juga sangat besar.

“kalau untuk melakukan sertifikasi ini sudah lama kita rencanakan, kita berpikir kenapa kita tidak melakukan sertifikasi dan hal ini untuk mempermudah selain itu di tempat kita sangat banyak sumber benih yang kualitasnya tidak kalah dengan daerah lainnya. Sertifikasi sumber benih ini merupakan yang pertama di OKU,” sebutnya.

Selian Sumber benih kehutanan, Kedepan dikatakan Agung Perkumpulam LLH Jejak Bumi Indonesia juga akan melakukan sertifikasi sumber benih perkebunan diantaranya Alpukat, Durian, Duku, Manggis, Pinang, Pala, Cengkeh, Mangga, Nangka dan lainnya. “Untuk sumber benih perkebunan saat ini masih proses. Semoga dengan adanya sertifikasi sumber benih ini dapat lebih mempermudah dalam hal memenuhi kebutuhan bibit di Sumsel, dengan Bibit yang berkualitas tentunya dapat menjamin kelestarian sumber benih dan pemanfaatnya,” tukasnya

Sementara itu pemilik kebun yang disertifikasi yang juga anggota perkumpulan LLH Jejak Bumi Indonesia Med Sabril alias Cek Yen menambahkan ada sekitar 2000 batang gaharu  yang disertifikasi untuk menjadi sumber benih kehutanan. Seluruh batang gaharu tersebut merupakan gaharu yang berkualitas yang ditanam di lahan seluas 5 hektar.

Terpisah ketua tim sertifikasi Helen Noviarti S.Hut dibincangi portal ini mengatakan sertifikasi ini dilakukan untuk menindak lanjuti surat permohonan yang telah diajukan. “salah satu syarat sertifikasi sumber benih kehutanan ini yakni, pemohon harus memiliki batang indukan berkualitas dengan jumlah lebih dari 25 batang dalam satu hektar perhamparan,” singkatnya. (AND)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *