Lingkungan Hidup

Setelah sukses gelar aksi bersih lingkungan dan penghijauan sekitar pesisir Danau Ranau , anggota Lembaga Lingkungan Hidup Jejak Bumi Indonesia Kabupaten OKU Selatan ikuti pendakian Bersama di Gunung Seminung

Muaradua (05/07) Setelah sukses gelar aksi bersih lingkungan dan penghijauan sekitar pesisir Danau Ranau, Anggota Lembaga Lingkungan Hidup Jejak Bumi Indonesia Kabupaten OKU Selatan ikuti pendakian Bersama di Gunung Seminung, Rabu (03/07/2019).
Masih dalam rangka memperingati festival danau ranau sekitar 150 orang melakukan pendakian gunung seminung dengan ketinggian 1.881 Mdpl. Pendakian tersebut diadakan oleh Karang Taruna Kabupaten OKU Selatan, di mulai dari Desa Kota Batu Kecamatan Warkuk Ranau Selatan.
Peserta pendakian tidak hanya berasal dari Kabupaten OKU Selatan, namun juga dari Kabupaten tetangga OKU Timur, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), Kabupaten Lahat, juga dari Kota Palembang Bahkan dari Provinsi Lampung. Pendakian berlangsung sekitar 4 jam, kemudian peserta bermalam di puncak gunung seminung.
Menurut Abdurrohman (26 Tahun) salah satu anggota Jejak Bumi Indonesia (JBI) Kab OKU Selatan mengungkapkan bahwa pendakian kali ini merupakan pengalaman yang luar biasa, karena diikuti oleh peserta yang berasal dari daerah lain, “sebelumnya kami tidak saling mengenal, namun melalui pendakian bersama ini membuat kami mendapatkan teman baru”, ungkapnya.

Gunung seminung memiliki bentuk mengerucut ke bagian atas, sehingga pendakian menanjak adalah menu di rute pendakian. Bahkan di beberapa titik ada bagian yang sangat curam dan dibutuhkan beberapa tali untuk alat bantu mendaki,Tapi masih dalam kategori yang aman dan cukup mudah untuk didaki.
Pendaki akan melalui pohon-pohon besar khas hutan tropis di kanan kiri rute. Jika beruntung pendaki juga bisa melihat satwa langka seperti siamang dan juga rangkong saat mendaki.
Sekitar 30 menit menuju puncak, padang ilalang dan semak belukar adalah rute yang akan dilalui pendaki. Di bagian puncak memang tidak banyak pohon besar. Hal ini karena gunung seminung pernah mengalami kebakaran di bagian puncaknya.
Colombus (27 Tahun) sebagai salah satu aktivis lingkungan menghimbau para pendaki agar tidak meninggalkan api ketika mendaki. Ia juga menambahkan pendaki harus lebih memperhatikan kelestarian lingkungan, seperti tidak meninggalkan sampah ketika mendaki, karena sampah plastik sangat berbahaya terhadap kesuburan tanah, tutupnya. (elv110)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *